Teknik Pemeliharaan Tanaman Tebu Secara Tepat

Teknik Pemeliharaan Tanaman Tebu Secara Tepat

Acafeny.com. Tebu merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki prospek baik untuk dikembangkan.

Pasalnya, untuk saat ini pemerintah sedang menggalakan penanaman tebu untuk mengatasi rendahnya produksi gula di Indonesia.

Oleh karena itu, tak heran jika banyak petani berlomba-lomba membudiayakan tanaman ini untuk menghasilkan produk tebu dengan kualitas baik.

Untuk mendapatkan tebu dengan produktivitas yang baik, maka perlu penggunaan bibit unggul yang direkomendasikan untuk ditanam.

Berikut ini adalah tabel karakteristik varietas unggul tanaman tebu.

UraianVarietas
PS 864RGM 97-8752
1.TetuaPR 1117 PolycrossSS 113 X GM 15
2.Ciri morfologi
-Bentuk batangKonis dengan penampang melintang agak pipihKonis dan batang memiliki susunan ruas cenderung zig-zag
-Warna batangHijau kekuninganHijau tua
-Lapisan lilin pada batangTipisTebal
-Warna daunHijau kekuninganHijau tua
-Bentuk mata tunasBulat dengan bagian terlebar di bagian atas tengah mataOval, tidak berjambul, dan tidak terdapat rambut tepi sayap
-BungaAdaTidak ada
3.Keunggulan
-AnakanBanyakBanyak
-Kualitas niraRendemen sekitar 8,3-9,1 %Rendemen sekitar 8,5 %
-Daya keprasanBaikBaik
-Daya adaptasiAgak luasCukup luas
-Ketahanan terhadap hama penggerek batang dan pucukAgak tahanToleran

Sementara itu, terdapat juga jenis-jenis tebu yang sering ditanam oleh petani. Antara lain PS 30, PS 41, PS 38, PS 8, BZ 132, POY 3016, dan Kidang Kencana.

Untuk mendapatkan produktivitas yang baik tidak hanya bergantung pada penggunaan varietas unggul saja. Akan tetapi, perlu memahami dan menerapkan teknik budidaya yang baik.

Dimana teknik budiaya tanaman tebu yang tepat terbagi menjadi beberapa tahapan.

Antara lain, pemahaman terkait syarat tumbuh, pembibitan, persiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan tanaman.

Akan tetapi, pada pertemuan kali ini Acafeny.com. ingin berbagi informasi terkait cara pemeliharaan tanaman tebu.

Pemeliharaan tanaman merupakan upaya untuk mendukung pertumbuhan tanaman agar dapat tumbuh dengan optimal.

Terdapat beberapa kegiatan dalam pemeliharaan tanaman yang perlu dilakukan. Diantaranya penyiraman, penyulaman, pembumbunan, garpu muka gulud, klentek, tebu roboh, pemupukan, dan tebu kepras.

Teknik Pemeliharaan Tanaman Tebu Secara Tepat
Teknik Pemeliharaan Tanaman Tebu Secara Tepat

Berikut ini adalah urain dari kegiatan-kegiatan pemeliharaan tanaman tebu tersebut :

Teknik Pemeliharaan Tanaman Tebu Secara Tepat

a.Penyiraman

Penyiraman tanaman tebu tidak boleh dilakukan secara berlebihan agar tidak merusak struktur tanah. Penyiraman tanaman ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan kondisi kelembaban tanah.

b. Penyulaman

Penyulaman tanaman tebu tebagi menjadi lima tahapan, antara lain sebagai berikut.

1)Sulaman sisipan, dilakukan 5-7 hari setelah tanam, yaitu untuk tanaman rayungan bermata satu.

2)Sulaman ke 1, yang dilakukan pada tanaman berumur tiga minggu dengan daun 3-4 helai. Bibit dari rayungan bermata dua atau pembibitan.

3)Penyulaman yang berasal dari ros atau pucukan tebu yang dilakukan saat tanaman berumur satu bulan.

4)Penyulaman ke-2 ini harus selesai sebelum dilakukan pembumbunan. Bersamaan dengan pemberian air kedua atau pupuk kedua, yaitu pada umur 1,5 bulan.

5) Penyulaman extra jika diperlukan, yaitu sebelum bumbun kedua.

c. Pembumbunan

Pembumbunan tanah pada budidaya tanaman tebu terbagi menjadi tiga tahapan, antara lain sebagai berikut.

1)Pembumbunan pertama dilakukan saat tanaman berumur 3-4 minggu. Dimana saat itu tanaman sudah berdaun 3-4 helai.

Kegiatan pembumbunan ini dilakukan dengan cara membersihkan rumput disekitar tanaman, membalikan guludan, dan menghancurkan tanah.

Selain itu, yang utama adalah menambahkan tanah ke tanaman sehingga tertimbun tanah.

2)Pembumbunan kedua ini dilakukan saat anakan tebu sudah lengkap dan sudah cukup besar dengan tinggi sekitar 20 cm. Tanaman tebu dengan tinggi kisaran 20 cm mempunyai usia sekitar 2 bulan.

Tujuan ini supaya tidak rusak atau atah sewaktu dilakukan penimbunan tanah.

3) Pembumbunan yang ketiga dapat dilakukan setelah tanaman berumur tiga bulan. Sedangkan untuk got semua harus diperdalam. Got mujur sedalam 70 cm, sedangkan got malang 60 cm.

d. Garpu muka gulud

Penggarpuan ini perlu dikerjakan sampai ke pinggir got, sehingga air dapat mengalir. Untuk penggarpuan umumnya dikerjakan di bulan Oktober atau November saat tebu mengalami kekeringan.

e. Klentek

 Kagiatan klentek atau pengelupasan daun kering ini harus dilakukan tiga kali. Yang pertama yaitu sebelum gulud akhir, kemudian saat tanaman berumur 7 bulan, dan terakhir empat minggu sebelum tebang.

f. Tebu robih

Pengikatan secara silang dua ataupun silang empat perlu dilakukan pada batang tebu yang roboh atau miring.

Ros-ros tebu yang terdiri dari satu deretan tanaman disatukan dengan rumpun-rumpun dari deretan tanaman di sisinya. Sehingga dengan begitu akan berbentuk menyilang.

g. Pemupukan

Agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat, maka diperlukan pemupukan tanaman. Berikut ini adalah pemupukan pada budidaya tanaman tebu :

1)Sebelum dilakukan penanaman tanah sebaiknya diberi pupuk TSP sebanyak 1 kwintal/ ha, atau sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

2)Semprotkan pupuk organik padat yang telah dilarutkan dengan air pada juring dengan dosis sekitar 1-2 botol/1000 m2. Terdapat dua alternatif cara yang dapat diterapkan, diantaranya:

a) Cara pertama

Encerkan satu botol pupuk organik cair pada tiga liter air yang akan dijadikan sebagai larutan induk. Kemudian setiap 50 liter air diberi 200 cc larutan induk untuk menyiram tanaman tebu.

b) Cara kedua

Setiap satu tangki dengan kapasitas 10 liter air diberi 1 peres sendok makan pupuk organik padat. Kemudian gunakan untuk menyiram 5-10 m juring.

3) Pemupukan ZA dilakukan saat tanaman berumur 25 hari setelah tanam dengan dosis 0,5-1 kwintal/ha. Cara pemupukan yaitu dengan menaburkan pupuk disamping kanan rumpun tebu.

4) Pemupukan ZA sebanyak 0,5-1 kwintal dan KCl sebanyak 1-2 kwintal/ha dilakukan saat tanaman berumur 1,5 bulan setelah tanam.

Pemupukan dapat dilakukan dengan cara menaburkanya di sebelah kiri rumpun tebu.

5) Untuk mendapatkan rendemen dan produksi tebu yang tinggi, maka perlu diberikan pupuk organik cair yang mengandung ZPT.

Untuk dosis yang diberikan sebaiknya 4-6 tutup dicampur dengan ZPT sebanyak 1-2 tutup/tangki pada umur 1 dan 3 bulan.

h. Tebu kepras

Kegiatan menumbuhkan kembali bekas tebu yang telah ditebang, baik bekas tebu giling atau bibitan disebut dengan istilah tebu kepras.

Kebun tebu yang akan dikepras harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran-kotoran bekas tebangan yang lalu.

Selain itu, sebelum pengeprasan jika kondisi tanah kering maka sebaiknya diari dahulu. Setelah itu, baru petak-petakan tebu dikepras secara berurutan.

Setalah dikepras, selanjutnya siramkan pupuk organik cair. Seminggu setelah dilakukan pengeprasan, tanaman diari dan dilakukan pengarapan jurangan sebagai bumbun ke satu dan pembersihan rumput.

Untuk penyemprotan Zat Pengatur Tumbuh dilakukan saat tanaman berumur 1, 2, dan 3 bulan dengan dosis yang dianjurkan.

Baca juga :

Demikian artikel tentang, cara pemeliharaan tanaman tebu secara tepat. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.

Follow juga Acafeny.com diFacebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *