Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit 

Acafeny.com. Seperti yang kita ketahui kelapa sawit merupakan tanaman yang tergolong multiguna.

Dimana tanaman ini memiliki berbagai manfaat di industri pangan maupun non pangan. Pada industri pangan tanaman kelapa sawit bisa dimanfaatkan sebagai minyak makan.

Beberapa produk minyak makanan dari kelapa sawit ,seperti mentega, vanaspati, margarin, shortening, bahan-bahan untuk membuat  kue dan minyak goreng.

Sementara itu di industri non pangan minyak kelapa sawit banyak dimanfaatkan pada industri farmasi dan biodiesel. Minyak tanaman ini juga dimanfaatkan di industri oleokimia (fatty acids, fatty alcohol, dan glycerine).

Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan yang memiliki luas perkebunan terluas jika dibandingkan dengan perkebunan tanaman lainya. Selain itu, tanaman ini juga memiliki produksi yang tinggi.

Budidaya kelapa sawit merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Pasalnya tanaman kelapa sawit memiliki prospek harga, ekspor, dan juga pengembangan yang cukup baik.

Oleh karena itu, maka tak heran jika banyak petani berlomba-lomba untuk membudidayakan tanaman tersebut.

Pada dasarnya untuk melakukan budidaya tanaman kelapa sawit cukup mudah dilakukan apabila sudah mengetahui teknik budidayanya.

Ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan budidaya tanaman ini.

Tahapan tersebut meliputi pemahaman syarat tumbuh tanaman, pembibitan, persiapan lahan, penanaman, dan juga pemeliharaan. Berikut adalah ini adalah tahapan-tahapanya : Teknik Budidaya Kelapa Sawit Supaya Panen Melimpah

Selain dari teknik budidaya, sering kali petani dihadapkan dengan hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit.

Hadirnya hama dan penyakit pada budidaya kelapa sawit menjadi ancaman yang serius bagi petani. Dimana serangan hama dan penyakit ini dapat menyebabkan kerugian bahkan kehilangan hasil.

Untuk itu, maka diperlukan cara penanganan hama dan penyakit secara tepat agar kerugian dapat dapat ditekan.

Pada kesempatan kali ini Acafeny.com. ingin berbagi informasi terkait cara yang tepat untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman kelapa sawit.

Ada beberapa jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang pertanaman kelapa sawit. Berikut ini adalah jenis-jenis hama dan penyakit tersebut beserta cara mengatasinya :

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit Secara Efektif
Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit Secara Efektif

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit Secara Efektif

1. Hama

Beberapa hama yang sering menyerang pertanaman kelapa sawit, antara lain ulat kantung, ulat api, dan penggerek tandan buah. Berikut ini adalah uraian dari beberapa hama tersebut beserta cara pengendalianya.

a. Ulat Kantung

Terdapat tiga jenis hama ulat kantung yang biasa menyerang pertanaman kelapa sawit. Diantaranya, yaitu Metisa plana, Mahasena corbetti, dan Crematosphisa pendul.

Ciri gejala yang ditimbulkan oleh ulat ini yaitu terdapat lubang-lubang pada daun tanaman. Ulat kantung betina berada dalam satu wadah yang mirip dengan kantung dan menggantung dipermukaan atas maupun bawah daun.

Pengendalian hama ulat kantung secara mekanis dapat dilakukan dengan mengambil ulat-ulat yang menempel pada permukaan daun.

Kemudian apabila serangan cukup parah, maka dapat dilakukan pengendalian secara kimia dengan menggunakan insektisida.

Insektisida kimia yang biasa digunakan yaitu insektisida berbahan aktif triklorfon 95% dengan dosis yang dianjurkan yaitu 1 kg/ha. Selain itu, juga dapat menggunakan Triazofos 420 g/l dengan dosis sebanyak 11/ ha.

Sementara itu, pengendalian secara biologis dapat dilakukan dengan menyebar predator Sycanus dichotomus dan parasit yang sering menyerang larva.

Beberapa parasit tersebut, antar lain Brachymeria sp., Fislistina sp., Carypus inferus., dan Callmerus aracuver.

b. Ulat Api

 Ada tiga jenis ulat api yang biasa menyerang pertanaman kelapa sawit, diantaranya Setora nitens, Ploneta diducta, dan Darna trima. Ciri gejala yang ditimbulkan oleh hama ini yaitu terdapat lubang-lubang pada helaian daun.

Pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan mengambil ulat yang menempel. Akan tetapi jika serangan sudah cukup parah maka dapat dilakukan pengendalian secara kimia.

Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida berbagan aktif triazofos 242g/l, klorpirofos 200g/l, dan karbaril 85%.

Kemudian untuk pengendalian secara biologis dapat menggunakan virus B. Nudaerelia.

c. Penggerek Tandan Buah

Ulat penggerek tanaman kelapa sawit atau disebut juga Tirathaba mundella merupakan salah satu hama yang cukup sering menyerang kelapa sawit.

Ciri gejala yang ditimbulkan dari ulat penggerek yaitu adanya lubang-lubang pada buah muda dan tua.

Cara pengendalian hama penggerek ini secara kimia dapat menggunakan insektisida berbahan aktif, endosulfan, lindane, ataupun triklorfon.

2. Penyakit

Terdapat beberapa penyakit yang sering ditemukan pada perkebunan kelapa sawit. Diantaranya, yaitu penyakit akar, penyakit tajuk, dan juga antraknos atau biasa disebut juga penyakit daun bibit muda.

Berikut ini adalah penjelasan dari beberapa penyakit tersebut beserta cara untuk mengendalikanya.

a. Penyakit Akar

Penyakit akar yang biasa menyerang pertanaman kelapa sawit disebabkan oleh cendawan Phytium sp. dan juga Rhizoctonia lamellifera.

Ciri gejala tanaman yang terserang yaitu daun bibit tanaman menjadi kusam dan berwarna kekuning-kuningan.

Dimana akar tanaman menjadi lunak dan jika dibelah terlihat jaringan antara berkas pembuluh pusat dan hipodermis yang akan hancur.

Cara pengendalian penyakit akar pada tanaman kelapa sawit dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida berbahan aktif benomyl dan tiram.

Selain itu pengendalian juga dapat dilakuakan dengan menaikan pH tanah menggunakan kapur. Dengan menaikan pH tanah maka media tanam pun tidak cocok untuk perkembangan cendawan Phytium sp. dan juga Rhizoctonia lamellifera.

b. Penyakit Tajuk (crown disease)

Ciri gejala dari penyakit tajuk ini yaitu sobeknya daun mulai dari pertengahan sampai dengan ujung pelepah. Ciri pelepah yang bengkok dan tidak berhelai daun merupakan contoh gejala yang serius.

Penyebab pasti dari peyakit crown disease ini belum diketahui secara pasti. Untuk pengendalianya dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb.

Hal yang harus diperhatikan yaitu perlu dilakukan penyeleksian bibit secara ketat sebelum dilakukan penanaman dilahan.

b. Penyakit daun bibit muda (Antrachnose)

Ada beberapa cendawan yang menyebabkan penyakit daun bibit muda. Diantaranya, yaitu cendawan Botryodiplodia palmarum, Glomerella singulata, dan juga Melanconium elaedis.

Ciri gejala yang ditimbulkan dari penyakit daun bibit muda yaitu terdapat bercak pada daun yang dikelilingi warna kuning.

Dimana warna tersebut merupakan batas antara bagian daun sehat dengan daun yang sakit. Selain itu, gejala lain yang dialami oleh tanaman yaitu terdapat warna coklat ataupun hitam di antara tulang daun.

Lama-lama daun yang terserang penyakit ini akan mengering dan pada akhirnya akan mati.

Pengendalian penyakit antrachnose pada tanaman kelapa sawit dapat dilakukan dengan mengurangi naungan bibit yang disesuaikan dengan perkembangan umur tanaman.

Pada bibit yang terserang penyakit ini sebaiknya dilakukan pemangkasan. Sementara itu, untuk pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb.

Baca juga :

Demikian artikel tentang, cara pengendalian hama dan penyakit tanaman kelapa sawit. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Follow juga Acafeny.com diFacebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *