Cara Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit Sampai Dengan Pemupukan

Cara Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit Sampai Dengan Pemupukan

Acafeny.com. Seperti yang kita ketahui bahwa tanaman kelapa sawit adalah salah satu komoditas yang memiliki perkebunan terluas dibanding tanaman lain.

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama perkebunan yang memiliki prospek yang baik untuk diusahakan.

Pasalnya tanaman kelapa sawit memiliki prospek harga, ekspor, dan juga pengembangan yang cukup baik.

Cara Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit Sampai Dengan Pemupukan
Cara Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit Sampai Dengan Pemupukan

Kelapa sawit merupakan tanaman yang tergolong multiguna. Tanaman ini memiliki banyak sekali manfaat di industri pangan maupun non pangan.

Di industri pangan tanaman kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai minyak makan.

Produk minyak makan tersebut ,seperti halnya mentega, vanaspati, margarin, minyak goreng, shortening dan bahan-bahan untuk membuat  kue.

Sedangkan di industri non pangan sering kali minyak kelapa sawit dimanfaatkan pada industri farmasi dan biodiesel.

Minyak kelapa sawit juga dimanfaatkan pada industri oleokimia (fatty acids, fatty alcohol, dan glycerine).

Pada dasarnya budidaya tanaman kelapa sawit tergolong mudah jika sudah mengetahui teknik budidaya termasuk cara pemeliharaanya.

Ada beberapa tahapan-tahapan yang perlu untuk diperhatikan sebelum melakukan budidaya tanaman ini.

Dimana tahapan tersebut, antara lain memahami syarat tumbuh tanaman, pembibitan, persiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaanya.

Akan tetapi pada pertemuan kali ini Acafeny.com. ingin berbagi informasi terkait cara pemeliharaan tanaman kelapa sawit secara tepat.

Pemeliharaan tanaman kelapa sawit terbagi menjadi delapan. Antara lain meliputi penyulaman, penanaman tanaman sela, pengendalian gulma, pemangkasan, pemupukan, kastrasi, dan penyerbukan buatan.

Dengan cara pemeliharaan ini maka diharapkan akan dapat menunjang keberhasilan dalam proses budidaya tanaman tersebut.

Berikut ini adalah uraian dari setiap pemeliharaan tanaman kelapa sawit tersebut :

Cara Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit Sampai Dengan Pemupukan

a. Penyulaman

Setiap melakukan budidaya tanaman pasti ada kegiatan penyulaman. Tujuan dilakukannya penyulaman yaitu untuk mengganti tanaman yang mati atau pertumbuhanya abnormal dengan tanaman baru yang sehat.

Bibit yang digunakan untuk penyulaman idealnya berumur 12-14 bulan. Secara umum cadangan bibit dapat mencapai 5% dari jumlah bibit yang ditanam. Waktu melakukan penyulaman yang tepat yaitu saat musim hujan.

b. Penanaman Tanaman Sela

Tanaman sela atau tanaman berumur pendek dapat ditanam di antara tanaman kelapa sawit yang masih muda.

Dimana tanaman sela merupakan tanaman yang tidak mengganggu perkembangan tanaman pokok, seperti halnya sayuran dan palawija.

Selain itu, jenis tanaman keras yang berumur agak panjang seperti kopi, randu, dan coklat juga dapat digunakan sebagai tanaman sela.

c. Penyiangan Gulma

Umumnya gulma yang biasa berada pada areal budidaya kelapa sawit yaitu, alang-alang, rumput teki, rumput pahit dan lain sebagainya.

Terdapat tiga cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan gulma, yaitu secara mekanis, kimia, dan biologis.

Pengendalian gulma secara mekanis dapat dilakukan menggunakan cangkul, sabit, dan garpu. Pengendalian secara mekanis ini dapat dilakukan sebanyak 6 kali pada tahun pertama atau tergantung dari keadaan kebun.

Pengendalian gulma secara kimia dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida. Beberapa herbisida yang dapat digunakan, yaitu herbisida berbahan aktif glifosat (konsentrasi 2 l/500 l air, diuron, aminotriazol, dan florosipir.

Sementara itu, untuk pengendalian gulma secara biologis dapat dilakukan menggunakan tumbuhan atau organisme tertentu yang bertujuan mengurangi pupulasi gulma.

Akan tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, maka sebaiknya pengendalian dilakukan dengan mengkombinasikan ketiganya.

Pengendalian gulma dapat dilakukan pada piringab pokok, pasar pikul atau pasar rintis, dan gawangan. Untuk rotasi pengendalian dapat dilakukan 3-4 kali per tahunya.

d. Penunasan Pelepah

Penunasan pelepah dapat dilakukan di antara tajuk tanaman kelapa sawit dengan tujuan untuk memperbaiki sirkulasi udara. Selain itu, hal ini juga dapat memudahkan proses pemanenan.

Akan tetapi, pada tanaman yang masih muda sebaiknya tidak dilakukan penunasan pelepah. Terkecuali dengan tujuan untuk mengurangi penguapan saat tanaman akan dipindahkan dari pembibitan ke areal penanaman.

Untuk jumlah yang dipertahankanpada tanaman yang berumur kurang dari 8 tahun adalah 6-7 lingkar (48-56 pelepah). Sedangkan pada tanaman yang berumur lebih dari 8 tahun adalah 5-6 lingkar (40-48 pelepah).

e. Pemupukan Tanaman Sawit

Sebelum dilakukan pemupukan sebaiknya piringan dibersihkan terlebih dahulu dari rumput, alang-alang, dan kotoran lain.

Pada kondisi areal yang datar semua pupuk ditabur merata mulai 0,5 m dari pohon sampai pinggir piringan.

Pada areal berteras pupuk disebar di piringan kurang lebih 2/3 dari dosis di bagian dalam teras dekat dengan dinding bukit. Kemudian untuk sisanya 1/3 nya diberikan pada bagian luar teras.

Waktu yang tepat untuk melakukan pemupukan yaitu saat musim hujan dimana kondisi tanah sangat lembab. Akan tetapi jangan sampai dilakukan saat tergenang air.

Selama masa TBM ( Tanaman Belum Menghasilkan) sebaiknya tanaman kelapa sawit dipupuk sebanyak 3 kali dalam setahun.

Pupuk yang dapat diberikan yaitu N, P, K, Mg, dan Borax. Berikut ini adalah tabel takaran pupuk yang sebaiknya diberikan pada tanaman kelapa sawit TBM.

Cara Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit Sampai Dengan Pemupukan

Pupuk untuk tanaman kelapa sawit TBM

Jenis PupukBagian yang Diberikan
Awal Musim HujanAkhir Musim Hujan
N3/41/4
P1/43/4
K1/43/4
Mg2/31/3
Borax1/21/2

Selain itu, tanaman kelapa sawit juga membutuhkan unsur lain yang terdapat dalam pupuk ZA, TSP, KCL, Kieserit dan Borium. Berikut ini dosis yang umum untuk diberikan :

Pemupukan TBM kelapa sawit

Umur tanaman (bulanan)Dosis pupuk (kg /pohon)
ZATSPKClKieseritBorium
Dalam lubang (0)0,50
11,10
30,250,15
50,250,15
80,250,500,500,250,02
120,250,25
160,500,500,500,250,03
200,500,500,25
240,500,500,250,05
280,751,000,750,25
320,750,750,25

Pemupukan tanaman kelapa sawit TBM dengan TM berbeda. Berikut ini adalah tabel pemupukan tanaman kelapa sawit setelah berumur 3 tahun.

Pemupukan tanaman kelapa sawit setelah setelah tiga tahun

Umur Tanaman (tahun)Dosis (kg/pohon)Frekuensi (kali/tahun)
ZATSP/RPMOPKieserit/Dolomit
3-50,5-10,5-10,25-0,50,5-1ZA (2), RP (1), TSP (2), MOP (2) dan Kies/Dol (2)
6-120,5-11-20,75-`1,50,5-1
>120,75-1,50,5-10,75-10,25-0,75
f. Kastrasi dan Penyerbukan Buatan

Saat memasuki fase generatif tanaman kelapa sawit memiliki perawatan yang berbeda dengan fase vegetatif. Dimana pada fase generatif perlu dilakukan kastrasi pada tanaman kelapa sawit.

Kastrasi adalah kegiatan pembuangan secara menyeluruh bunga jantan atau bunga betina sebelum areal tersebut dipolinasi.

Tujuan dari kastrasi adalah untuk merangsang pertumbuhan vegetatif dan menghilangkan sumber infeksi dari hama dan penyakit.

Kasatrasi ini dilakukan sejak tanaman mengeluarkan bunga pertama, umur 12-24 bulan, atau selambat-lambatnya enam bulan sebelum panen pertama.

Penyerbukan alami pada tanaman kelapa sawit dinilai kurang ekonomis karena buah yang dihasilkan lebih sedikit.

Berbeda dengan penyerbukan buatan yang dinilai lebih menguntungkan dibanding penyerbukan alami. Penyerbukan buatan dapat dilakukan dengan bantuan manusia ataupun serangga.

Baca juga : 

Demikian artikel tentang, cara pemeliharaan tanaman kelapa sawit agar panen melimpah. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.

Follow juga Acafeny.com diFacebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *