Cara Panen dan Pascapanen Tanaman Kapas Secara Tepat

Cara Panen dan Pascapanen Tanaman Kapas Secara Tepat

Acafeny.com. Kapas adalah serat halus yang menyelubungi biji beberapa jenis gossypium atau tanaman kapas. Tanaman ini merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki prospek cerah untuk dibudidayakan.

Dimana serat kapas merupakan bahan penting dalam industri tekstil untuk ditenun menjadi benang ataupun kain.

Tidak hanya di industri tekstil, kapas juga dibutuhkan sebagai bahan pembuatan saringan kopi, jaring ikan, tenda dan karpet.

Mengetahui kebutuhan kapas cukup tinggi, maka tak heran banyak petani berlomba-lomba membudidayakan kapas untuk mendapatkan kualitas kapas yang baik.

Silahkan baca : Cara Budidaya Kapas Agar Panen Melimpah

Selain dari varietas unggul dan teknik budidaya, kualitas dari kapas juga ditentukan oleh cara panen dan penaganan pascapanen.

Cara Panen dan Pascapanen Tanaman Kapas Secara Tepat
Cara Panen dan Pascapanen Tanaman Kapas Secara Tepat

Panen adalah kegiatan pemungutan (pemetikan) hasil sawah atau kebun. Dimana panen merupakan suatu tahapan yang cukup penting untuk diperhatikan agar mendapatkan kualitas panen yang baik dan bermutu tinggi.

Seperti halnya panen / pemetikan pada tanaman kapas merupakan kegiatan yang paling ditunggu-tunggu oleh petani.

Pasalnya saat panen lah petani dapat menuai hasil dari apa yang telah lama diusahakannya. Baik itu berupa tenaga, pikiran, ataupun materi yang dikeluarkan.

Setelah panen kapas selesai, maka perlu dilanjutkan dengan kegiatan penanganan pascapanen. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan mutu dari kapas yang telah dipanen.

Pascapanen adalah tahap penanganan hasil tanaman pertanian ataupun perkebunan  segera setelah dilakukan pemanenan.

Pada kesempatan kali ini Acafeny.com ingin berbagi informasi tentang, cara panen dan pasca panen tanaman kapas secara tepat. Berikut ini penanganan panen dan pascapanen dari tanaman kapas:

Cara Panen dan Pascapanen Tanaman Kapas Secara Tepat

1. Panen

Panen kapas dapat dilakukan jika buah kapas telah merekah sempurna. Merakahnya buah tersebut  ditandai dengan serat kapas yang keluar dan juga kulit buah yang kering.

Selain itu, p-anen dapat dilakukan jika buah telah terbuka sekurang-kurangnya 25% dan kelopak tambahan sudah mengering.

Buah kapas yang dipanen sebelum waktunya akan mempengaruhi mutu serat, yaitu berkurangnya kekuatan serat.

Sebaliknya jika buah kapas dipetik terlalu lambat, maka akan menurunkan pengkelasan serat karena terdapat kontaminasi debu dan kotoran.

Untuk pemanenan atau pemetikan buah kapas sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari, saat embun pagi telah menguap. Selain itu, sebaiknya buah dipetik saat tidak banyak angin.

Cara pemetikan buah kapas dapat dilakukan secara manual menggunakan tangan ataupun menggunakan mesin.

Cara pemetikan yang diambil satu per satu menggunakan tangan disebut hand picked. Sedangkan kapas yang dipetik secara keseluruhan menggunakan kedua tangan disebut snapped.

Sementara itu, pemetikan yang dilakukan menggunakan mesin disebut machine picked (kapas diambil dari kelopaknya).

Selain itu, mechine stripped (kapas yang diambil secara keseluruhan dengan pohonya), dan machine salvaged (pengambilan kapas yang jatuh ke tanah).

Hasil pemetikan dapat dikumpulkan dalam bakul, kantung terigu, atau karung yang bersih sebagai wadah. Saat dilakukan pemetikan sebaiknya seorang pemanen membawa dua buah wadah.

Dimana wadah yang pertama untuk kapas yang memiliki ciri yang baik ( berwarna putih dan bersih). Kemudian wadah yang kedua digunakan untuk kapas yang kotor dan terserang hama.

Hasil petikan usahakan agar tetap bersih jangan sampai tercampur dengan daun-daun dan kelopak buah, maupun kotoran lainya.

Setelah selesai dipanen kapas berbiji dikeringkan dengan cara diemur hingga kandungan air mencapai 7%.

2. Pascapanen

Penanganan pasca panen dari tanaman kapas meliputi pengeringan kapas berbiji, pemisahan serat, pengklasifikasian serat kapas, dan juga pengepakan (pengebalan). Berikut ini adalah tahapan-tahapan pasca panen tanaman kapas secara tepat:

a. Pengeringan

Setalah pemanenan selesai, maka selanjutnya kapas dikeringkan dengan pengeringan kapas berbiji. Kapas dijemur pada tempat yang bersih dan tidak memakai alas yang terbuat dari bahan sintetis atau plastik.

Hal tersebut dikarenakan serat sintetik yang ikut masuk ke dalam mesin pemintal akan membuat serat yang dihasilkan tidak rata. Selain itu, serat sintetik yang ikut masuk ke dalam mesin dapat menurunkan kekuatan benang yang dihasilkan.

Kualitas serat yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh suhu.  Dari hasil penelitian, semakin tinggi suhu pengeringan, kerataan panjang serat justru semakin menurun.

Hal tersebut terjadi karena serat menjadi kering dan terasa lebih panas, sehingga mengakibatkan serat menjadi mudah putus saat proses pemisahan.

b. Pemisahan serat

Pemisahan serat kapas dan biji dikenal dengan istilah ginning. Terdapat dua jenis mesin yang biasa digunakan untuk proses pemisahan serat tersebut, yaitu roller gin dan saw gin.

Perbedaan keduanya untuk roller gin biasanya digunakan untuk memisahkan kapas berserat panjang ( long staple). Sedangkan saw gin biasa digunakan untuk memisahkan kapas berserat pendek sampai sedang, seperti halnya kapas indonesia.

Roller gin merupakan jenis mesin pemisah kapas yang menggunakan sistem silinder berputar. Dimana pengambilan serat pada foller gin dilakukan oleh sebuah rol yang dibungkus dengan kulit kasar.

Gerakan berputar roller ini akan menarik serat kapas dan menggulung searah dengan gerakan berputarnya.

Serat kapas tersebut ditarik lepas, sehingga akan terlepas. Kemudian bagian yang tersisa pada kulit biji tinggal serat pendeknya saja atau sering disebut juga linter.

Sementara itu, untuk mesin saw gin merupakan pemisah serat kapas yang menggunakan sistem gergaji. Mata pisau saw gin berupa gergaji yang berputar sambil memotong serat kapas berbiji yang dimasukan ke dalam mesin tersebut.

Pemotongan ini berlangsung dari sisi luar ke dalam sehingga akhirnya menyentuh kulit biji kapas. Sentuhan gergaji ini terkadang melukai kulit biji dan bahkan ada yang sampai pecah.

Biji yang pecah dan rusak hanya akan menambah kotoran serat kapas. Selain itu, biji yang rusak tidak dapat digunakan sebagai benih.

c. Pengklasifikasian serat kapas

Penggolongan kapas berdasarkan warna dan kehalusan terbagi menjadi tiga macam. Penggolongan tersebut, meliputi jernih halus dan putih bersih, berwarna kuning kemerahan halus, dan terakhir kotor baik kasar maupun halus.

Selanjutnya untuk penggolongan kapas berdasarkan ukuran panjang serat terbagi menjadi tiga. Diantaranya golongan ukuran dengan panjang lebih dari 29mm, ukuran sedang dengan panjang 22-28mm, dan pendek yaitu kurang dari 22mm.

d. Pengepakan ( pengebalan )

Untuk tahapan yang terakhir dari pasca panen tanaman kapas adalah pengepakan. Dimana proses pengepakan ini bertujuan untuk memudahkan saat pengangkutan.

Untuk skala besar atau industri besar pengepakan dilakukan dalam bentuk bal atau bale dengan berat sekitar 40- 60 kg. Ukuran kemasan tersebut dibuat berdasarkan dari keperluan pemasaran.

Ukuran kecil yang biasa dilakukan untuk industri skala rumah tangga dan sejenisnya, antara lain ukuran 5, 10, 15 kg dan sebagainya.

Baca juga : Cara Mengatasi Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Kapas

Demikian artikel tentang, cara panen dan pascapanen tanaman kapas secara tepat, semoga dapat bermanfaat bagi Anda.

Follow juga Acafeny.com diFacebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *