Cara Mengatasi Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Kapas

Cara Mengatasi Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Kapas

Acafeny.com. Kapas merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki prospek yang cerah dalam pengembanganya dimasa yang akan datang.

Dimana serat tanaman kapas merupakan bahan yang penting dalam industri tekstil untuk dipinta menjadi benang atau ditenun menjadi kain.

Selain itu, kapas juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan saringan kopi, pembatas buku, jaring ikan, karpet, dan tenda.

Permintaan akan tanaman kapas yang tergolong cukup tinggi membuat petani banyak yang ingin membudidayakan tanaman kapas.

Akan tetapi, dalam proses budidaya sering kali petani dihadapkan dengan serangan hama dan penyakit tanaman.

Cara Mengatasi Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Kapas
Cara Mengatasi Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Kapas

Kehadiran hama dan penyakit menjadi ancaman yang serius bagi petani kapas. Dimana serangan dari hama dan penyakit dapat menyebabkan kerugian bahkan kehilangan hasil.

Oleh karena itu, maka diperlukan keseriusan dalam menangani hama dan penyakit agar kerugian dapat diminimalkan.

Pada pertemuan kali ini Acafeny.com. ingin berbagi informasi terkait cara mengatasi serangan hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kapas.

Ada beberapa jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kapas. Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis hama dan penyakit tersebut beserta cara mengatasinya :

Cara Mengatasi Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Kapas

1. Hama Tanaman Kapas

a. Penggerek buah kapas (Helicoverpa armigera)

Penggerek buah kapas (Helicoverpa armigera) merupakan hama yang menyerang tanaman kapas saat pembentukan kuncup bunga dan  bunga.

Selain itu, hama tersebut juga menyerang saat pemnemtukan buah yang muda sampai menjelang panen (100- 120 hari).

Ciri serangan hama ini, yaitu terdapat gigitan tidak beraturan pada bagian tanaman yang diserang. Hadirnya hama penggerek buah kapas ini tentu dapat mempengaruhi jumlah produksi.

Cara mengatasi hama tanaman kapas ini apabila dilakukan menggunakan insektisida tentu saja akan membawa dampak negatif bagi lingkungan.

Selain itu, penggunaan insektisida juga dapat membuat hama menjadi lebih resisten.

Oleh karena itu, salah satu cara pengendalian yang dianjurkan adalah menggunakan NPV (nuclear polyhedrosis virus) yang diaplikasikan dengan disemprotkan.

b. Wereng kapas (Amrasca biguttula)

Wereng kapas atau yang disebut dengan Amrasca biguttula merupakan hama yang menyerang pada awal pertumbuhan tanaman.

Ciri tanaman kapas yang terserang hama wereng ini, yaitu terdapat gigitan tidak beraturan pada bagian daun tanaman.

Dengan adanya kerusakan pada daun, maka akan mengganggu proses fotosintesis tanaman, sehingga mempengaruhi produksi dan produktivitas dari tanaman kapas.

Cara untuk mengendalikanya dapat menggunakan verietas kapas genjal berbulu lebat yang toleran dan tahan terhadap A. Biguttula.

Selain itu, pengendalian bisa dilakukan dengan penggunaan seresah tanaman dan insektisida alami. Penggunaan insektisida kimia dapat dilakukan jika populasi sudah mencapai ambang batas.

2. Penyakit

a. Penyakit antraknos (anthracnose)

Secara umum penyakit antraknos akan timbul jika kelembaban udara cukup tinggi dan keadaan tanaman pun cukup lemah. Penyebab penyakit antraknos ini adalah cendawan Glomerella gossypii Edg.

Sementara itu, di Indonesia sendiri biasanya disebabkan oleh cendawan Gloesporium sp. yang merupakan bentuk tidak sempurna dari Glomerella gossypii.

Ciri gejala penyakit antraknos pada tanaman kapas dewasa, yaitu muncul bercak coklat di tengah atau tepi daun. Kemudian bercak tersebut sering kali menyatu menjadi bercak besar.

Cara pengendalian penyakit antraknos dapat dilakukan dengan menggunakan varietas kapas yang resisten terhadap penyakit tersebut dan melakukan sanitasi lahan.

Selain itu, fungisida yang sering digunakan untuk mengendalikan penyakit antraknos adalah jenis fungisisda berbahan aktif mankozeb. Akan tetapi, perlu diperhatikan untuk penggunaan fungisida tersebut harus disesuaikan dengan dosis yang dianjurkan.

b. Penyakit tepung ( areolate mildew )

Penyakit tepung atau disebut juga dengan nama latin areolate mildew merupakan jenis penyakit yang sering menyerang pertanaman kapas.

Penyakit tepung ini akan muncul jika terjadi banyak hujan, sehingga kelembaban disekitar daun cukup tinggi. Penyebabnya adalah cendawan Mycosphaerella areola Her.

Ciri gejala yang timbulkan oleh penyakit ini, yaitu tampak tepung atau benang-benang putih pada permukaan daun kapas.

Kemudian, apabila cuaca kering pada bekas benang jamur tersbut akan timbul bercak nekrosis berwarna coklat.

Cara pengendalian penyakit tepung dapat dilakukan dengan menggunakan benih tanpa kabu-kabu dan melakukan penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb.

Selain itu, untuk pengendalian sebaiknya dilakukan sanitasi lingkungan untuk tetap menjaga kebersihan, agar terhindar dari serangan penyakit.

c. Hawar Bakteri

Penyakit hawar bakteri disebebkan oleh Xanthomas campestris pv. malvacearum. Jenis penyakit ini menyerang seluruh stadia tanaman, mulai dari kecambah sampai tanaman dewasa berbuah.

Penyakit hawar bakteri akan berkembang cepat pada suhu 30-36o C dengan kelembaban udara di atas 85 %.

Ciri gejala yang ditunjukan pada tiap stadia berbeda-beda. Dimana saat stadia kecambah serangan pada kotiledon menunjukan tampak bulat dan berair dengan warna hijau kehitaman.

Kemudian untuk serangan yang terjadi pada daun terlihat bercak-bercak berair pada sekitar kerangka daun, sehingga akan terlihat bersudut.

Sementara itu, untuk gejala pada bagian batang akan terlihat hitam dan mengeras.

Cara pengendalian dari serangan penyakit hawar daun dapat dilakukan dengan menggunakan varietas yang tahan hawar daun. Beberapa varietas yang resisten terhadap penyakit hawar daun, yaitu Kanesia 1 dan Kanesia 5.

Selain itu, perlu dilakukan sanitasi terhadap tanaman-tanaman yang sakit dan penggunaan benih tanpa kabu-kabu dari tanaman sehat.

d. Penyakit Busuk Buah

Busuk buah atau disebut dengan boll rot merupakan jenis penyakit yang ditemukan disemua daerah pada saat musim hujan tiba.

Beberapa penyebab dari penyakit boll rot, antara lain Fusarium sp., Xanthomonas campestris pv malvacearum, Diplodiagossypina, Glomerella (Gloeosporium) gossypi, Rhizophus sp., Aspergillus sp., dan Phytophthora sp.

Ciri gejala yang muncul dari serangan penyakit busuk buah ini yaitu  terlihat bercak cokelat pada kulit buah yang terus berkembang. Kemudian lama-lama buah tersebut akan membusuk.

Pembusukan terjadi di dalam buah kapas, sehingga mengakibatkan mutu serat dari kapas kurang baik dan juga rapuh.

Terkadang pada permukaan buah kapas tumbuh miselium dengan warna berbeda-beda.

Ada yang berwarna putih, putih kekuningan, merah jambu kecoklatan, dan  hitam, semua itu tergantung dari jenis cendawan yang menyerangnya.

Cara pengendalian penyakit busuk buah dapat dilakukan dengan menanam varietas yang tahan. Beberapa varietas yang tahan hawar daun, seperti halnya KI 74, Kanesia 1, Kanesia 5, dan Kanesia 7.

Selain penggunaan varietas unggul, pengendalian juga dapat dilakukan dengan sanitasi lingkungan.

Sanitasi ini dapat dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang sakit, mencabut tanaman sisa-sisa sebelumnya, dan memetik buah yang busuk.

Setelah itu, musnahkan sisa-sisa tanaman yang sakit dan buah sakit tersebut dengan cara dibakar.

Kemudian untuk pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb.

Baca juga :

Demikian artikel tentang cara mengatasi serangan hama dan penyakit tanaman kapas, dan semoga bermanfaat bagi Anda.

Follow juga Acafeny.com difacebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *